A Good Woman

Hasil gambar untuk risa saraswati
Kalian pasti tidak asing dengannya bukan? Ya, namanya Risa Saraswati. Gadis asal Sunda yang lahir di Bandur, 24 Februari 1985 silam. Beliau adalah inspirasi saya.Sejak mengenalnya melalui salah satu acara tv yang paling popular kala itu, saya melihat beliau sedang menceritakan kisahnya dengan kelima sahabatnya yang tak kasat mata. Kebetulan diacara tersebut mengusung tema “indigo children”. Dan disaat itulah, saya mulai mencari tahu mengenai apa itu indigo dan mengenal anak-anak indigo populer seperti Risa Saraswati dan Naomi.
Membahas tentang anak indigo, tidak terlepas dari peran parapsikologi. Atau lebih gampangnya paranormal psikologi. Dan disinilah, keinginan saya bercita-cita menjadi seorang psikolog. Saat itu saya masih duduk di kelas 2 SMP. Alhamdulillah, cita-cita saya menjadi seorang psikolog masih terjaga sampai sekarang.
Saat ini saya seorang mahasiswi jurusan Psikologi di salah satu universitas di Yogyakarta. Jurusan  ini adalah jurusan impian saya. Tidak usah ditanya bagaimana rasanya bisa mendapatkan impian yang saya inginkan. Saya pun masih tidak percaya, Allah akan mengabulkan impian saya untuk menjajah ilmu psikologi pada jenjang strata satu ini. Tentu saja, untuk menjadi seorang psikolog saya harus menempuh gelar magister profesi dulu. Doakan saja, semoga saya dilancarkan segala urusannya dan bisa mendapatkan apa cita-cita saya.
Kembali kepada Teteh Risa, saya sangat sangat kagum dengannya. Semua ceritanya mengenai kelima temannya yang ia tuangkan pada beberapa buku selalu saya ikuti. Dan saya suka dengan ciri khas Teteh Risa beliau tidak terlepas dengan kelima sahabatnya dibenak saya. Saya sempat ingin menjadi anak indigo karena saya ingin bertemu dengan sahabat Teteh Risa. Tapi setelah saya membaca berbagai artikel ternyata indigo merupakan sebuah anugerah dari Allah. Dan Allah tahu kemampuan saya sehingga Allah tidak memberikan anugerah kepada saya berupa indigo melainkan anugerah yang lebih berharga dari itu.

Saya ingin berterimakasih kepada orangtua Teteh Risa karena telah menghadirkan Teteh Risa di dunia ini sehingga saya berkesempatan mengenalnya walaupun hanya melalui jejaring social maupun televisi. Saya juga berterimakasih kepada Teteh Risa karena Teteh telah menjadi inspirasi saya untuk menentukan apa tujuan hidup saya. Menurut saya, tujuan hidup itu akan membuat hidup kita lebih berarti dan kita lebih semangat untuk melangsungkan hidup. Terimakasih juga karena Teteh telah mengenalkan Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janson kepada saya walaupun hanya melalui cerita Teteh. Saya sangat ingin berkenalan dengan sahabat Teteh juga. Melihat sosok mereka di film danur, sepertinya mereka asik dan sangat menggemaskan. Semoga Teteh sehat selalu dan dilancarkan rejekinya. Salam, Mumuy.


Komentar

Postingan populer dari blog ini